Skip to main content

Keraguan Vs Keyakinan

Putar lagu ini sebelum membaca...


(Renungan Matius 11:2-11)


Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepadanya : “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” (Mat 11:2-3)


Dalam perkataan Yohanes ini jelas, ada keragu-raguan, apakah benar Yesus ini Sang Mesias, atau dia harus menunggu orang lain lagi yang akan datang untuk membawa keselamatan bagi manusia?


Keraguan. Pernahkah Anda berdoa, tapi Anda belum sepenuhnya percaya pada Tuhan. Misalnya, Anda meminta supaya disembuhkan, tapi Anda sendiri tidak yakin bahwa Tuhan akan menyembuhkan penyakit Anda, Anda berdoa minta diberikan jodoh yang terbaik, tapi bahkan Anda sendiri tidak sepenuhnya yakin bahwa Tuhan akan memberikan jodoh terbaik untuk Anda, Anda berdoa agar diberi kestabilan keuangan untuk masalah ekonomi, tapi Anda sendiri sering terbayang di pikiran, takut akan jatuh miskin/tidak punya uang. Karena Anda ragu doa Anda akan dikabulkan oleh Tuhan, akhirnya Anda menyerah dan tidak berdoa lagi.


Lantas, untuk apa Anda berdoa, jika Anda sendiri tidak percaya dengan doa Anda?



Allah ingin menguji iman Anda. Seberapa Anda akan tetap terus mencariNya walau doa Anda belum dikabulkan. Seberapa Anda yakin dan percaya pada kehendak Tuhan, bahwa saat ini belum waktuNya…waktuNya Tuhan, bukan waktuNya manusia. 


Saya sendiri pun pernah mengalami keragu-raguan. Bulan februari lalu saya kena Covid. Untungnya hanya saya yang kena. Saya masih memiliki bayi berusia 5 bulan yang harus disusui. Pada pagi sampai sore hari, bayi saya minum dari Asi Perah. Malamnya, bayi saya tidur di sebelah saya dan saya menyusuinya. Saat itu saya penuh kecemasan, takut bayi saya akan tertular covid. Jika tertular covid, maka suami saya, anak pertama, dan ART saya juga akan terkena covid. Saya berdoa, saya mohon-mohon dengan sangat pada Tuhan agar melindungi keluarga saya, biar hanya saya saja yang terkena covid. Ketika pikiran-pikiran negatif menyerang saya, yang membuat saya jadi membayangkan bagaimana kalau sampai suami dan anak saya tertular covid, siapa yang akan merawat mereka, apakah mereka nanti akan sembuh, apakah saya akan kehilangan mereka, saya langsung tepis pikiran itu, saya tepis keragu-raguan doa saya, sambil saya katakan Dalam Nama Yesus, lindungilah keluarga saya. 


Setelah isoman 10 hari, puji Tuhan keluarga saya tetap sehat dan tidak tertular covid. 



Pikiran kita yang ragu, sebenarnya hanya seperti titik hitam di awan. Anda bayangkan awan di langit, warnanya putih kebiruan dan cerah bukan. Kemudian Anda bayangkan lagi, dalam putihnya awan yang indah itu tiba-tiba ada satu titik hitam yang mengacaukan keindahan awan itu.


Titik hitam tersebut adalah keragu-raguan Anda. Itulah pola pikir yang dibangun iblis untuk membuat Anda berhenti mempercayaiNya, iblis memanipulasi pikiran Anda bahwa seakan seperti tidak adanya harapan bahwa doa Anda akan dijawab Tuhan. Semakin Anda fokus pada titik hitam itu, maka keragu-raguan itu akan muncul semakin besar, sehingga lama kelamaan justru titik hitam itu yang akan menguasai awan putih tadi. Akibatnya, karena satu keraguan (karena hanya berfokus pada satu titik hitam itu), maka Anda jadi meninggalkan Tuhan, menjauh dariNya..dan akhirnya menjadi depresi karena Anda hanya berkutat dengan pemikiran Anda sendiri yang belum terjadi.


Pernahkah Anda mengalami ini? Jika pernah, tepislah titik hitam itu...tepislah hal yang membuat Anda ragu akan doa Anda, akan rencanaNya, akan kehendakNya. Caranya? Cukup abaikan saja titik hitam itu ketika lewat di pikiran Anda, biarkan titik hitam itu lewat tanpa Anda perlu pikirkan, tanpa Anda perlu fokus di sana. Lama-lama titik hitam itu juga akan bisa hilang dengan sendirinya. Atau bisa juga Anda tepis dengan firman Tuhan. Misalnya,  jika Anda sudah berdoa minta disembuhkan akan penyakit Anda, namun tak kunjung sembuh, hingga akhirnya Anda memikirkan kalau saya meninggal, bagaimana nanti nasib anak saya, siapa yang akan mengurus suami saya. Tepis langsung titik hitam keraguan ini dengan ucapkan dalam hati “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).


Contoh lain, jika Anda sudah belajar sungguh-sungguh dan berdoa minta diberikan nilai ujian yang bagus namun ternyata hasilnya di bawah rata-rata, yakin saja, memang Tuhan yang ijinkan ini terjadi, sebab ini adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak Anda. Yang penting dalam doa tersebut, Anda tidak meragukan Tuhan sedikitpun, Anda penuh keyakinan bahwa Tuhan pasti beri yang terbaik untuk Anda. Terkadang Tuhan bukannya tidak menjawab doa kita, tetapi dia menjawab doa kita melalui “tanda-tanda”. Sama seperti jawaban Yesus akan pertanyaan Yohanes : “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat : orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Mat 11:4-5). Pekalah akan tanda-tanda yang diberikan Tuhan. 


TRUST HIM! Sebab jalan Tuhan memang berbeda dari jalan manusia, tapi itulah yang terbaik dan terbaik untukmu.







Comments

Popular posts from this blog

Kesaksian Bertumbuh Dalam Komunitas Pemurnian Hati

Putar lagu ini sebelum membaca 15 Mei 2024 Jam 5 pagi saya bermimpi ada tulisan di depan saya, intinya saya tidak boleh bersaksi akan Yesus..badan saya sampai gemetar...untungnya suami saya membangunkan saya, karna dia tau saya harus masak dan siapkan bekal untuk anak sekolah.. Seumur2 saya tidak pernah bermimpi seperti itu, dan jarang sekali saya mimpi. Hingga kemudian saya bertanya ke Bu Fila. Saya : Mimpi saya itu cuma mimpi aja yg ga akan terjadi, atau mimpi itu akan jd kenyataan bu klo kita bersaksi? Bu Fila : Itu hanya intimidasi alam roh krn si jahat akan berusaha menggagalkan pekerjaanNya, sblm u berhasil melakukan. Tapi ketika u berhasil memenangkan peperangan ini mrk akan mundur. Artinya kesaksian u akan sgt berdampak bagi jiwa. U ada kesaksian apa ren Saya : Kesaksian tulisan yg akan saya bikin jd naskah dialog drama/film, di mana dalam naskah itu nantinya Ci Lina akan ada bawakan suara byk emosi yg main : emosi sedih, menangis, gembira dan kemenangan. Mggu lalu 3 hari saya

Lepaskanlah Ini Agar Hidupmu Menjadi Damai!

(Play lagu di atas sebelum mulai membaca) Illustrasi suami yang memukul isterinya Tahun 1971, surat kabar *New York Post* menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Suatu malam, sang suami memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar di New York.  Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu bergegas naik bus menuju ke utara, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa temannya, dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks, judi, mabuk-mabukan, dia menikmati semuanya. Bulan berlalu, tahun berlalu. Bisnisnya gagal dan dia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Naas, suatu h

Berhati-Hatilah! Orang Ini Salah Meminta, Hingga Hidupnya Menjadi Seperti Ini

Illustrasi suasana pesta Pada suatu hari, hiduplah seorang Raja yang senang sekali mengadakan sebuah pesta. Pesta yang diadakan Raja begitu sangat meriah. Tamu undangan pun berdatangan dari berbagai penjuru. Namun, lebih istimewa lagi karena Raja mengundang para Dewa dalam pesta tersebut. Semua makanan dan minuman dihidangkan. Mereka semua bersuka ria. Akhirnya, pesta pun selesai. Semua tamu pulang dengan membawa banyak hadiah yang diberikan oleh Raja. Namun, salah satu dewa yang datang di pesta tersebut menghampiri sang Raja. “Midas, katakanlah apa yang dapat kulakukan untuk mengungkapkan rasa terima kasihku padamu karena telah mengundangku dalam pesta ini? Aku seorang dewa, oleh karena itu aku dapat mewujudkan apa saja yang menjadi keinginanmu!”, katanya. Raja berpikir sangat keras. Namun, karena dia sangat menyukai emas dan ingin lebih kaya, Raja pun meminta, “Kumohon padamu agar apapun yang kusentuh berubah menjadi emas.” “Baiklah akan kupenuhi permintaanmu,” kata d