Thursday, May 21, 2020

Laki-Laki Ini Menjadi Pembunuh Karena Masa Kecilnya. Para Orang Tua, Waspadalah!


Ilustrasi gambar anak yang miskin
Seorang anak laki-laki dilahirkan di sebuah keluarga yang kurang beruntung dan serba kekurangan. Ayahnya adalah suami ketiga dari sang Ibu dan meninggal beberapa bulan sebelum anak kecil tersebut lahir. Jadi anak ini sejak lahir tak pernah melihat dan mengenal ayahnya. Sang Ibu adalah seorang wanita yang sangat keras kepala, dominan dan sulit mencintai seseorang. Ia menjadi seperti itu karena dibesarkan oleh orang tuanya dengan penuh rasa curiga dan sering menerima banyak kekerasan fisik dari orang tuanya. Suami keduanya menceraikan sang Ibu karena sering dipukuli oleh sang istri!
Sejak anak kecil ini lahir maka sang Ibu harus bekerja keras siang malam untuk menghidupi keluarganya. Anak kecil ini tumbuh sendiri tanpa cinta dan kasih sayang yang hangat. Yang lebih parah lagi anak ini sering menjadi sasaran amarah ibunya yang tak pernah lepas dari gejolak emosi.
Ilustrasi gambar ibu yang sedang melampiaskan kemarahannya

Perasaan tidak diinginkan, tidak dipedulikan dan kesepian adalah bagian tak terpisahkan dari sang anak. Ia sering ditinggalkan sendirian oleh temannya – karena menurut temannya ia jelek, tidak menarik, kurang sopan, tak tahu aturan dan semaunya sendiri. 
Ia tumbuh menjadi remaja dengan IQ yang tinggi namun sering berkelahi dengan sesama teman laki-lakinya. Tak ada anak perempuan yang mau berdekatan dengannya. Prestasinya di sekolah sangat jelek karena IQ tingginya hanya sebuah potensi yang tak pernah terwujud karena tertutup oleh ’awan kelabu’ yang muncul dalam hatinya.
Ia masuk dalam pendidikan Angkatan Laut karena ia mendengar bahwa laki-laki yang masuk ke sana akan dididik menjadi pria sejati – dambaan hatinya sejak kecil. Namun penolakan seakan tak mau lepas dari dirinya. Ia tetap diejek dan dijauhi teman-temannya. Ia melawan dan mengajak mereka semua berkelahi untuk mendapatkan pengakuan. Ia menolak dan menentang perintah pimpinan yang menghukumnya. Ia diadili dan dikeluarkan dari pendidikan Angkatan Laut tersebut dengan alasan kehadirannya mengacau tatanan yang sudah ada dan tidak diinginkan oleh teman-temannya.
Ilustrasi gambar pria yang penuh dengan keputusasaan.
Inilah dia anak kecil yang telah menjelma menjadi lelaki dewasa muda yang berbadan kurus, berkepala agak botak, penuh keputusasaan, tidak diinginkan, dan tak punya keterampilan selain berkelahi. Yang paling parah dari semua itu adalah ia merasa tidak berharga dan tidak berguna.
Ia pindah ke negara lain dengan harapan bisa mengubur masa lalunya dan memulai sesuatu yang baru. Namun penolakan seakan belum mau pergi darinya. Ia susah mencari teman, sering diejek dan dipermalukan. Ia berkenalan dengan seorang gadis – yang merupakan anak haram – dan menikah dengannya. Ia membawa istrinya ke negara asalnya : Amerika.
Sang istri bersikap sama saja seperti yang lain – suka merendahkannya, suka mengejeknya dan tak pernah percaya terhadap apa yang dikatakannya. Walau ia memiliki dua anak namun ia tak pernah memperoleh respek dari anaknya sebagai seorang ayah. Setiap hari ia harus memenuhi tuntutan sang istri yang makin lama makin ia rasakan susah dipenuhi. Istrinya menjadi lawan yang paling sulit ditaklukkannya. Harapannya untuk memperoleh teman hidup yang mengisi kekosongan hatinya tak pernah terwujud. Ia semakin jauh dari impiannya. Sang istri bahkan berani mengunci dirinya dalam kamar mandi dan mengusirnya pergi dari rumah karena dirasa tak mampu bertindak sebagai suami dan kepala keluarga.
Ilustrasi gambar pria yang memohon pada sang istri
Ia menyendiri beberapa hari dan kemudian pulang untuk memohon pada sang istri agar diijinkan masuk. Ia merangkak di hadapan istrinya dan menelan semua hinaan istrinya. Ia bersedia memenuhi tuntutan istrinya. Ia menghadiahi istrinya kado senilai $78 dari gajinya yang sangat kecil. Dan..... istrinya mengejek upayanya dan menghinanya. Sang istri membuat lelucon tentang ketidakmampuannya di hadapan teman-temannya yang hadir. Ia harus merangkak dan memohon-mohon pada istrinya untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Namun ia hanya bisa terduduk dan mendapatkan dirinya diselimuti dengan awan gelap yang mengaburkan semua impiannya tentang kehidupan yang indah.
Tak seorang pun menginginkannya. Ia merasa tak perlu memohon lagi. Egonya tercabik menjadi serpihan kecil-kecil dan terbang dibawa angin ke segala penjuru. Ia jelas bukan siapa-siapa. Ia adalah orang yang paling tidak diinginkan oleh dunia ini! Lalu, ia jatuh tertidur.
Keesokan paginya ia mendadak menjadi sosok pria yang berubah. Ia mengambil senapan yang tersembunyi di pojok garasinya dan menyandangnya pergi ke tempatnya bekerja. Dan dari lantai enam bangunan penyimpanan buku tempatnya bekerja ia mengintai sesuatu. Menjelang sore hari ia mendapatkannya. Ia menembakkan dua peluru senapannya tepat ke kepala Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy!
Lee Harvey Oswald
Dialah anak kecil yang sejak awal tadi kita ikuti kisahnya. Namanya Lee Harvey Oswald. Dialah seorang pria gagal yang tak pernah diinginkan dimanapun ia berada. Ia telah membunuh seorang pria yang dicintai oleh keluarganya, memiliki banyak kelebihan dan kekayaan seperti yang diinginkannya. Oswald telah membuktikan pada dunia satu keterampilan yang telah dipelajarinya sejak remaja dalam kehidupan yang gelap.


Pesan inspirasi dan moral cerita ini :
Jika selama ini kau dibesarkan oleh orang tua atau di lingkungan yang penuh dengan pelecehan, rasa malu, dan penolakan. Jika selama ini kau sangat membenci orang tuamu atas kesalahan yang pernah dilakukan orang tuamu di masa lalu. Jika selama ini, kau malu memiliki orang tua yang sering melampiaskan kemarahannya padamu, orang tua yang tidak setia, mabuk-mabukan, dan tidak pernah bisa menjadi teladanmu.
Maafkanlah orang tuamu.
Maafkanlah orang-orang yang pernah menyakitimu.
Berdamailah dengan mereka.
Jika kau masih terus membenci dan mendendam pada orang tuamu atau orang yang pernah menyakitimu, maka percayalah, kutuk generasi akan datang kepada keturunanmu kelak. Dalam alam bawah sadarmu, kau akan melakukan hal-hal yang sama seperti kau alami dulu, yang akhirnya juga akan menyakiti anakmu.
Patahkanlah kutuk generasi ini! Buatlah generasi yang lebih baik, versimu sendiri. Kutuk generasi tidak akan bisa dipatahkan jika kau masih terus menyimpan rasa benci.
Jika kau memang benar-benar menyayangi anakmu, maka ubahlah mulai dari sikapmu. Libatkanlah Allah dalam usaha pengampunanmu. Karena doa tanpa usaha adalah sia-sia.
Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia. Allah hanya ingin kau membukakan pintu maaf akan masa lalumu. Yakinlah kau bisa melakukannya!
Semua pengalaman burukmu di masa lalu adalah untuk kau ceritakan nantinya ke anakmu, agar kelak anakmu tidak mengalami hal menyakitkan seperti yang kau alami dulu.
Anakmu belajar mengenai kehidupan dari orang tuanya. Kehidupan anakmu saat ini, adalah akibat bentukkan dari dirimu, orang tuanya.


Sumber cerita inspirasi :
Www.facebook.com/FamilyGuideIndonesia/photos/rpp.202547135890/10157528466670891/?type=3&theater dan modifikasi cerita serta tambahan pesan inspirasi dari penulis
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah ini.