Sunday, May 24, 2020

Jika Bukan Karena Nasehat Bosnya, Karyawan Ini Hampir Mati!


Illustrasi gambar karyawan yang sedang berbicara dengan bos nya
Ada satu cerita, seorang karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun di kota, ingin pulang kampung setelah saatnya pensiun.
Maka bertemulah dia dengan bosnya.
Setelah bertemu, si Bos berkata, "Kamu sudah bekerja disini selama 20 tahun dengan baik. Sekarang saya tanya kamu mau uang pensiun 20 tahun atau ... 3 nasehat saya?"
Setelah berpikir sejenak (bosnya adalah orang yang bijak dan Berhikmat, kalau sampai ada pilihan yg tidak masuk akal, pasti ini Nasehat yg sangat penting). Lalu sang karyawan memilih 3 nasehat dari bosnya.
Nasehat Pertama, Jangan pernah mau cari jalan pintas, tidak ada yang mudah dan gratis di dunia ini, lakukan sesuatu selangkah demi selangkah dengan mantap dan mandiri.
Nasehat Kedua, Jangan terlalu penasaran. PENASARAN yang kau tahu tidak baik untuk dilakukan, akan menjadi AKHIR bagimu.
Nasehat Ketiga, Jangan pernah membuat KEPUTUSAN ketika marah atau terluka, atau kamu akan menderita PENYESALAN selamanya
Lalu Bos kasih dia sedikit uang saku dan 3 buah roti sambil berpesan, roti yang paling besar dimakan dengan keluarga saat sampai di rumah.
Besok pagi-pagi sekali si karyawan pamit dan mulai perjalanan pulang ke kampung halamannya.
Illustrasi gambar karyawan yang akan memulai perjalanannya
Hingga sampai pada satu persimpangan kampung dia bertanya kepada seseorang, "Jalan mana paling dekat ke kampungnya?". Lalu orang itu menjawab "Ada dua jalan. Jalan yang kecil lebih dekat dan Jalan yang besar lebih aman".
Karena ingin cepat sampai di rumah lalu dia memilih jalan kecil, tetapi baru jalan setengah ketemu orang yang balik arah. Di jalan kecil banyak perampok, lalu diapun ingat nasehat bosnya, dan balik lagi lewat jalan besar, saking laparnya dia pun melahap roti pertama yang diberi bosnya.
Pada malam hari dia sampai ke di desanya, dan berniat untuk menginap satu malam di sebuah losmen. Ketika dia sedang tidur, raungan keras membangunkannya. Penasaran, dia melompat berdiri dan membuka pintu. Namun dia ingat nasehat kedua dari bosnya, (Jangan terlalu penasaran. PENASARAN yang kau tahu tidak baik untuk dilakukan, akan menjadi AKHIR bagimu.). Maka diapun mengurungkan niatnya keluar melihat , dan makan roti kedua di kamar.
Besok pagi saat dia bangun, orang kampung heran dan bertanya kepadanya, "Kok kamu masih hidup? Mareka memberitahunya, “HARIMAU terkadang datang ke desa di malam hari. Semua orang mengunci pintu mereka. Syukur kamu tidak keluar".
Akhirnya dia sampai di rumah pada waktu tengah malam, sehingga diapun diam-diam mau memberikan kejutan kepada istrinya. Lalu dia masuk ke kamar, alangkah terkejutnya dia melihat seorang lelaki tidur dengan istrinya.
Illustrasi gambar istri yang sedang tidur dengan laki-laki lain
Emosinya meluap lalu mengambil parang hendak membunuh lelaki tersebut. Namun dia mengingat nasehat ketiga dari bosnya, (Jangan pernah membuat KEPUTUSAN ketika marah atau terluka, atau kamu akan menderita PENYESALAN selamanya). Dia lalu mengurungkan niatnya, dan tidur di luar.
Keesokan harinya istrinya bangun menemukan suaminya tidur di luar, alangkah senangnya dan memanggil pria yang menemaninya tidur selama suaminya tidak ada di rumah. "Abdul, Abdul, mari sini papa kamu pulang", kata istrinya. Alangkah terkejutnya karena anak lelaki tersebut ternyata adalah anak kandungnya sendiri.
Istrinya berkata, "Saat kamu berangkat saya sudah hamil. Selama ini saya tidak bisa menghubungimu sehingga tidak bisa memberitahumu. Lalu dipeluklah anak bujangnya dengan haru dan meneteskan air mata, karena hampir saja dia membunuh anaknya sendiri jika tidak mengingat nasehat bosnya"
Sambil bercerita panjang lebar, dia pun ingat roti besar untuk makan di rumah. Setelah dibuka ternyata dia menemukan bos nya menempatkan uang pensiun selama 20 tahun dia bekerja.
Hingga akhir cerita ini keluarga ini hidup dengan bahagia.

Pesan inspirasi dan moral cerita ini :
Jika suatu saat banyak tawaran menggiurkan datang kepadamu. Ketika banyak hal yang menggodamu agar kau menjadi cepat kaya, cepat naik jabatan, cepat dapat jodoh, cepat lulus kuliah, cepat mendapat pekerjaan. Ingatlah bahwa semuanya itu tidak ada yang instan. Tidak ada jalan pintas. Segalanya mungkin terlihat baik awalnya. Segalanya mungkin terlihat menggiurkan awalnya. Namun ingatlah, apa yang kau tabur, itu juga yang akan kau tuai. Segala yang pintas, pasti akan selalu mendatangkan konsekuensi yang juga harus kau tanggung.
Proses untuk mencapai tujuanmu mungkin sangatlah berat dan penuh tantangan. Namun jika kau kerjakan dengan penuh ketekunan, sedikit demi sedikit pasti akan berbuah selama kau memiliki keyakinan dan selalu melibatkan Allah dalam setiap rencanamu.
Hiduplah selalu dengan penuh syukur sehingga kau tidak penasaran dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Tidak akan ada yang bertambah di hidupmu jika kau tidak belajar bersyukur.
Jagalah ucapan dan tingkah lakumu. Hendaklah kau cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah. Ada alasan mengapa kita memiliki dua telinga dan 1 mulut, yaitu Allah meinginginkan kita lebih banyak mendengarkan dan bukan berbicara.
Dengarkanlah nasehat-nasehat baik dari orang-orang di sekitarmu. Karena bukan tidak mungkin itu adalah cara Allah menjawab doa dari setiap masalahmu. Mereka dikirim Allah menjadi wakil-Nya di bumi untuk mengingatkanmu. Jangan sampai kau salah mengambil keputusan hanya karena kau lalai mendengarkan nasehat-nasehat tersebut.

Sumber cerita inspirasi : www.gideonyusdianto.com (17/09/2016) dengan modifikasi cerita dan tambahan pesan inspirasi dari penulis

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah ini.