Friday, January 1, 2021

Berjuanglah dan Abaikan Jika Kau Mendengar Perkataan Seperti Ini!

(Putar lagu di atas sebelum mulai membaca)


Gambar hanya sebagai ilustrasi kelompok yang tidak terjatuh ke dalam lubang. http://siberiantimes.com

Suatu ketika, sekelompok orang sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Namun dua orang pria diantara kelompok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Kelompok orang yang tidak terjatuh, mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua temannya, bahwa lebih baik mereka menyerah dan mati saja.

Kedua pria tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba memanjat keluar dari lubang dengan segala kemampuan yang ada. Teman-temannya yang lain tetap mengatakan agar mereka berhenti berusaha dan lebih baik menyerah kepada maut.

Akhirnya, salah satu dari pria yang ada di lubang itu mendengarkan perkataan temannya untuk menyerah. Dia kemudian terjatuh dan mati.


Gambar ilustrasi pria yang menyerah dan kemudian mati. http://www.dailymail.co.uk

Satu orang pria yang tersisa tetap berusaha memanjat semampunya. Sekali lagi, teman-temannya berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Namun bukannya mendengarkan, pria itu malah berusaha semakin kuat, hingga akhirnya berhasil keluar dari lubang tersebut.


Gambar ilustrasi pria yang berhasil keluar dari lubang. http://www.pinsdaddy.com

Ketika sampai di atas, seorang temannya bertanya, "Apakah kau tidak mendengar teriakan kami?". Pria ini membaca gerakan bibir temannya yang bertanya. Dia kemudian menjawab, "Tidak. Karena aku tuli".

Akhirnya, teman-temannya sadar bahwa mereka dianggap telah memberikan semangat kepada pria tersebut.



Pesan inspirasi dan moral cerita ini :

Berkumpullah dengan orang yang baik, agar kau tertular sikap dan perilaku baiknya. Teman yang baik tidak akan membiarkanmu melakukan hal-hal bodoh sendirian (Ain Eineziz).

Jagalah lidahmu! karena tutur katamu dapat melukai hati orang lain. Ketika hati kotor, maka ucapan pun akan menjadi kotor. Ucapan adalah gambaran hati si pemiliknya. 

Iblis adalah bapak segala dusta. Dia akan menggunakan banyak orang di sekitarmu untuk mematahkan semangatmu. Dia juga sangat suka memutarbalikan fakta. Dia akan selalu “membenarkan” hal yang salah seakan-akan jadi terlihat benar : "Kau bodoh, kau akan selalu gagal, kau tidak berguna, menyerah sajalah, kau tidak akan pernah bisa menjadi ibu dan istri yang baik, pernikahanmu tidak akan bisa diselamatkan, bercerai sajalah dengan suamimu".

Berhati-hatilah dalam menanggapi komentar-komentar negatif akan dirimu sendiri. Dengarkan komentar yang baik dan buang yang buruk. Jangan pernah membuat dirimu membenarkan komentar yang buruk itu. Semakin kau berhasil melawan energi yang negatif, maka semakin besarlah peran iblis di sana, sebab iblis tidak suka jika dirimu bisa berhasil. Oleh karena itu, tutuplah telingamu rapat-rapat, menjadi "tuli lah" jika memang dibutuhkan. 

Ambillah waktu untuk berkomunikasi berdua dengan Allah. Sebab tidak ada yang bisa menyembuhkan dan memberikan kekuatan padamu selain Allah sendiri. Allah mungkin akan terlihat tidak menjawab doa-doamu, namun percayalah, Dia pasti akan selalu mengirimkan bantuan melalui orang-orang "utusan-Nya" untuk membuatmu kuat sehingga kau akan bisa bertahan dalam menghadapi masalahmu.



Sumber cerita inspirasi : Buku Hadiah Terindah dan modifikasi cerita serta pesan inspirasi dari penulis.

Thursday, August 27, 2020

Para Orang Tua, Lakukanlah Ini Agar Jangan Ada Penyesalan Dalam Hidupmu!

 
(Play lagu di atas sebelum membaca)   

Ilustrasi gambar Rick Hoyt dan ayahnya. http://teamhoyt.com

Ketika Rick Hoyt dilahirkan pada tahun 1962, orang tuanya mempunyai harapan-harapan seperti pada umumnya orang tua yang mendapatkan bayi pertama. Tetapi yang terjadi kemudian pada proses kelahirannya, tali pusar Rick melilit di lehernya, menghalangi aliran oksigen ke otaknya. Belakangan Rick didiagnosa penyakit Cerebral Palsy (kelumpuhan otak). "Ketika usianya delapan bulan, para dokter menyarankan kami untuk membuangnya, ia akan lumpuh seumur hidupnya", kenang ayahnya. Tetapi orang tua Rick tidak mau. Mereka bertekad membesarkan Rick seperti anak pada umumnya.

Pada tahun 1975, setelah perjuangan panjang keluarganya, akhirnya Rick dapat masuk ke sekolah publik, di mana prestasinya sangat baik, terlepas dari keterbatasan-keterbatasan fisiknya. Dunia Rick berubah. Bahkan lebih berubah lagi dua tahun kemudian.

Ketika Rick mendengar bahwa akan diadakan lomba lari lima kilometer untuk mengumpulkan dana, guna membantu seorang atlit muda yang lumpuh dalam kecelakaan, ia memberitahu ayahnya bahwa ia ingin ikut lomba.

Ayah Rick, merupakan seorang kolonel yang berusia tiga puluhan setuju untuk lari dan mendorong puteranya dengan kursi roda yang dimodifikasi. Ketika mereka melewati garis finish, ayahnya mengatakan bahwa ia melihat anaknya tersenyum besar yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya. Setelah perlombaan itu, Rick menuliskan pesan untuk anaknya, "Ayah, saya merasa seperti bukan orang cacat".

Rick dan ayahnya yang sedang lomba lari marathon. https://www.telestar.fr

Setelah hari itu, kehidupan mereka berubah drastis.

Inilah yang dilakukan ayahnya, ketika puteranya, yang tidak pernah turun dari kursi rodanya, mengatakan bahwa ia senang ikut lomba. Ia menjadi tangan dan kaki puteranya itu. Ketika itulah lahir nama "Tim Hoyt".

Ayahnya membelikan Rick kursi roda untuk balap yang lebih canggih. Lalu remaja yang lumpuh ini dengan ayahnya mulai lari bersama-dan bukan asal-asalan. Tidak lama kemudian, latihan mereka menjadi semakin serius, dan pada tahun 1981, mereka ikut lomba lari marathon untuk pertama kalinya.

Semenjak itu mereka tidak pernah melewatkan lomba lari marathon selama dua puluh tahun.

Rick dan ayahnya yang sedang lari marathon. https://www.bostonglobe.com

Setelah empat tahun lari marathon, keduanya memutuskan bahwa mereka siap menghadapi tantangan lainnya : triatlon, yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari. Itu bukan tantangan sembarangan, terutama karena ayahnya harus belajar berenang! Tetapi ia melakukannya. Ayahnya menjelaskan, "Dialah yang memotivasi saya, sebab kalau bukan berkat dia, saya tidak mungkin ikut lomba. Yang saya perbuat adalah meminjamkan tangan dan kaki saya kepada Rick agar ia bisa ikut lomba seperti orang lainnya".

Dari segala lomba di dunia, ada satu yang dianggap paling berat yakni lomba marathon di Hawaii. Lomba ini terdiri dari tiga bagian, renang sejauh 2.4 mil (4.4 km), balap sepeda sejauh 112 mil (180.2 km), dan lari marathon sejauh 26.2 mil (42.2 km). Sungguh menguji stamina bagi siapapun.

Pada tahun 1989, Dick dan ayahnya mengikuti lomba ini. Untuk bagian renangnya, ayahnya menarik sebuah perahu kecil di mana Rick duduk. Lalu ia naik sepeda sejauh 112 mil (km) dengan Rick duduk di stangnya. Ketika sampai di bagian, ayahnya sudah kelelahan.

Rick dan ayahnya yang sedang mengikuti lomba renang. http://www.wrenthamtimes.com

Tetapi yang perlu dilakukan ayahnya hanya mengingat kata-kata puteranya, "Ketika saya sedang lari, tampaknya cacat saya hilang. Itulah satu-satunya tempat di mana saya merasa sama dengan yang lain".

Di akhir waktu yang relatif sangat baik, yaitu tiga belas jam dan empat puluh tiga menit, mereka mengakhiri lomba tersebut.

Semenjak itu, Rick telah meraih gelar perguruan tinggi, dan bekerja di Boston Univesity, membantu merancang sistem komputer untuk orang-orang cacat. Dan tentu ia masih tetap ikut lomba bersama ayahnya, yang sudah berusia 60 tahun lebih dan pensiun.

Per Maret 2001, Tim Hoyt telah menyelesaikan 731 lomba. Mereka telah ikut 53 lomba marathon dan 135 trialon.

"Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang tidak dapat kami taklukkan bersama-sama".


Pesan inspirasi dan moral cerita ini :

Para orang tua, janganlah kau remehkan anak-anakmu, supaya mereka tidak menjadi lemah. Janganlah kau sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya. Sebab sesungguhnya, anak-anak adalah pusaka yang diberikan oleh Allah. Anakmu bukan milikmu, tapi milik zamannya. Jangan biarkan dia menjelma sepertimu. Biarkan dia memiliki semua jawaban bagi zamannya (Ali Bin Abi Thalib).

Jika kau ingin mengubah anakmu, yang pertama harus kau ubah adalah dirimu sendiri, karena anakmu dapat berubah dengan cara "MENELADANI". Berusahalah untuk meninggalkan sifat-sifat burukmu, tak peduli betapa sulitnya hal itu dilakukan. Buanglah gengsi dan minta maaflah pada anakmu jika dalam perjalanan perubahanmu, kau khilaf dan melakukan kesalahan yang sama. Sebab anak-anakmu akan melihat siapa dirimu melalui tingkah lakumu, daripada nasehatmu.

Orangtua yang baik tidak menuntut untuk dibahagiakan anaknya, sebab mereka mengerti bahwa membesarkan anak itu adalah tugas dan tanggungjawab mereka, bukan sebagai hutang yang harus dibayar.


Sumber cerita inspirasi : Buku Hadiah Terindah dan modifikasi pesan inspirasi dari penulis.

Sunday, August 2, 2020

Lepaskanlah Ini Agar Hidupmu Menjadi Damai!



(Play lagu di atas sebelum mulai membaca)

Illustrasi suami yang memukul isterinya

Tahun 1971, surat kabar *New York Post* menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika.

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya.

Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Suatu malam, sang suami memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar di New York. 
Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu bergegas naik bus menuju ke utara, ke kehidupan yang baru.

Bersama beberapa temannya, dia memulai bisnis baru.
Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks, judi, mabuk-mabukan, dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu, tahun berlalu. Bisnisnya gagal dan dia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang.

Naas, suatu hari dia tertangkap. 
Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya 3 tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya.

Dia merindukan isterinya.
Dia rindu keluarganya.
Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada isterinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia.

Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.