Skip to main content

Berjuanglah dan Abaikan Jika Kau Mendengar Perkataan Seperti Ini!

(Putar lagu di atas sebelum mulai membaca)


Gambar hanya sebagai ilustrasi kelompok yang tidak terjatuh ke dalam lubang. http://siberiantimes.com

Suatu ketika, sekelompok orang sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Namun dua orang pria diantara kelompok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Kelompok orang yang tidak terjatuh, mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua temannya, bahwa lebih baik mereka menyerah dan mati saja.

Kedua pria tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba memanjat keluar dari lubang dengan segala kemampuan yang ada. Teman-temannya yang lain tetap mengatakan agar mereka berhenti berusaha dan lebih baik menyerah kepada maut.

Akhirnya, salah satu dari pria yang ada di lubang itu mendengarkan perkataan temannya untuk menyerah. Dia kemudian terjatuh dan mati.


Gambar ilustrasi pria yang menyerah dan kemudian mati. http://www.dailymail.co.uk

Satu orang pria yang tersisa tetap berusaha memanjat semampunya. Sekali lagi, teman-temannya berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Namun bukannya mendengarkan, pria itu malah berusaha semakin kuat, hingga akhirnya berhasil keluar dari lubang tersebut.


Gambar ilustrasi pria yang berhasil keluar dari lubang. http://www.pinsdaddy.com

Ketika sampai di atas, seorang temannya bertanya, "Apakah kau tidak mendengar teriakan kami?". Pria ini membaca gerakan bibir temannya yang bertanya. Dia kemudian menjawab, "Tidak. Karena aku tuli".

Akhirnya, teman-temannya sadar bahwa mereka dianggap telah memberikan semangat kepada pria tersebut.



Pesan inspirasi dan moral cerita ini :

Berkumpullah dengan orang yang baik, agar kau tertular sikap dan perilaku baiknya. Teman yang baik tidak akan membiarkanmu melakukan hal-hal bodoh sendirian (Ain Eineziz).

Jagalah lidahmu! karena tutur katamu dapat melukai hati orang lain. Ketika hati kotor, maka ucapan pun akan menjadi kotor. Ucapan adalah gambaran hati si pemiliknya. 

Iblis adalah bapak segala dusta. Dia akan menggunakan banyak orang di sekitarmu untuk mematahkan semangatmu. Dia juga sangat suka memutarbalikan fakta. Dia akan selalu “membenarkan” hal yang salah seakan-akan jadi terlihat benar : "Kau bodoh, kau akan selalu gagal, kau tidak berguna, menyerah sajalah, kau tidak akan pernah bisa menjadi ibu dan istri yang baik, pernikahanmu tidak akan bisa diselamatkan, bercerai sajalah dengan suamimu".

Berhati-hatilah dalam menanggapi komentar-komentar negatif akan dirimu sendiri. Dengarkan komentar yang baik dan buang yang buruk. Jangan pernah membuat dirimu membenarkan komentar yang buruk itu. Semakin kau berhasil melawan energi yang negatif, maka semakin besarlah peran iblis di sana, sebab iblis tidak suka jika dirimu bisa berhasil. Oleh karena itu, tutuplah telingamu rapat-rapat, menjadi "tuli lah" jika memang dibutuhkan. 

Ambillah waktu untuk berkomunikasi berdua dengan Allah. Sebab tidak ada yang bisa menyembuhkan dan memberikan kekuatan padamu selain Allah sendiri. Allah mungkin akan terlihat tidak menjawab doa-doamu, namun percayalah, Dia pasti akan selalu mengirimkan bantuan melalui orang-orang "utusan-Nya" untuk membuatmu kuat sehingga kau akan bisa bertahan dalam menghadapi masalahmu.



Sumber cerita inspirasi : Buku Hadiah Terindah dan modifikasi cerita serta pesan inspirasi dari penulis.

Comments

Popular posts from this blog

Lepaskanlah Ini Agar Hidupmu Menjadi Damai!

(Play lagu di atas sebelum mulai membaca) Illustrasi suami yang memukul isterinya Tahun 1971, surat kabar *New York Post* menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Suatu malam, sang suami memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar di New York.  Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu bergegas naik bus menuju ke utara, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa temannya, dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks, judi, mabuk-mabukan, dia menikmati semuanya. Bulan berlalu, tahun berlalu. Bisnisnya gagal dan dia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Naas, suatu h