Monday, May 4, 2020

Pria Dan Wanita, Berhati-Hatilah. Jauhi Ini Jika Kalian Ingin Terus Di Jalan Yang Benar!


Illustrasi gambar pasangan yang saling mencintai

Ika dan Reza bertemu dan berkenalan di kampus mereka. Mereka berpacaran selama setahun. Reza dibesarkan di keluarga di mana kaum pria lah yang menguasai segala sesuatunya. Ayah dan saudara laki-lakinya adalah seorang yang tidak beradat, kasar, dan kebanyakan dari mereka bertingkah laku tidak bermoral. Akan tetapi Reza sudah merasa tertegur oleh ceramah pemuka agamanya dan bertobat, sehingga dia menjadi rajin sembahyang. Sedangkan Ika adalah guru agama. Dia dibesarkan di lingkungan yang keluarganya taat pada Allah.

Akhirnya, saat yang dinanti-nantikan Ika pun datang. Dia menerima lamaran Reza, dan mereka akan segera mengumumkan pertunangan mereka.
Tiga minggu sebelum pernikahan dilangsungkan, mereka pergi ke suatu tempat. Di sana mereka menghabiskan waktu bersama, dan suasana romantis pun muncul diantara mereka. Reza pun merangkul Ika, dan pergi ke tempat yang tersembunyi. Kemudian dia memeluk Ika, membuat Ika lebih terlena, sehinggga kelihatannya dia tidak mampu berkutik lagi. Reza terbawa hawa nafsunya, sehingga dia tidak lagi bisa berpikir jernih. Karena hawa nafsunya, dia jadi tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Pikir Reza : mereka akan menikah tiga minggu lagi-kenapa harus menunggu? Sedangkan Ika, dia tahu lebih banyak mengenai kebenaran, tetapi dia tidak ingin mengecewakan Reza. Akhirnya, dia pasrah.
Mereka melakukan hubungan badan di ruang belakang sebuah gedung tua.

Illustrasi gambar sepasang kekasih sedang menuju ke gedung tua

Enam tahun setelah itu, mereka datang ke pemuka agama yang memimpin pernikahan mereka.
Di depan umum, kehidupan mereka tampaknya penuh kasih sayang, tetapi sesungguhnya mereka sudah mengubah pendirian, mengeluarkan kata-kata kasar, menuduh dengan sengit, termasuk kekerasan fisik yang dilakukan akibat persoalan yang tidak bisa dipecahkan, dan perbuatan yang tidak mengampuni.
Berjam-jam pemuka agama tersebut mengarahkan mereka dari satu pemikiran ke pemikiran lain, dan dari satu perasaan ke perasaan lain. Akhirnya pemuka agama tersebut menemukan batuan keras yang merupakan penghalang hubungan mereka selama ini. Setelah enam tahun pernikahan mereka, Ika mengatakan dengan terus terang tentang apa yang membuat dia tertekan selama ini.
Dia sangat membenci Reza karena Reza tidak membiarkan dirinya untuk tetap perawan sampai mereka menuju pernikahan.
Dihadapkan dengan masalah itu, Reza memandang Ika dengan rasa heran bercampur marah.
"Maksudmu, kamu menyalahkanku atas semua masalah yang pernah kita lakukan? Menyalahkanku karena satu perkara itu?", kemarahannya pun meledak.
Kemudian pemuka agama tersebut memotong pembicaraan mereka.
"Pak Reza, sebenarnya masalah itu ada pada diri Anda-di pihak Anda. Kecuali, kalau Anda mau menerima tanggung jawab Anda atas istri Anda yang sudah merasakan kehilangan dan rasa malu, kalau Anda mau memohon pengampunan atas tindakan itu. Jika ini tidak Anda lakukan, maka Anda tidak akan pernah mempunyai hubungan yang sehat dengan istri Anda".
Reza seperti sedang dilanda badai topan yang dahsyat. Wajahnya pucat pasi. Tetapi, setelah dia memikirkannya di rumah, dia mulai melihat, betapa pentingnya keperawanan itu. Dia merampas apa yang oleh Ika dianggap sebagai pemberian yang paling berharga yang kelak akan diberikan kepadanya. Perbuatan kotor yang mereka lakukan di ruangan belakang gedung tua itu tidak lebih dari sekedar pemerkosaan atas dirinya.
Akhirnya, hari itu datang juga, saat ketika Reza harus mengakuinya, bahwa gairah birahinyalah, yang telah menyebabkan persoalan itu. Ini adalah kesalahannya, dosanya, dan dia bertobat dari hal itu, dan memohon pengampunan kepada istrinya dan mengadakan pemulihan kepada istrinya.

Illustrasi gambar suami yang memohon ampun kepada istrinya

Permusuhan terhadap dirinya tidak ada lagi, dan kehidupan mereka pun berubah secara dramatis.

Pesan inspirasi dan moral cerita ini :
Para pria, jangan kau biarkan iblis mengendalikan hawa nafsumu. Jauhkanlah media yang bersifat pornografi, supaya kau bisa memperlakukan pasanganmu dengan pikiran waras dan benar. Jauhkan dirimu dari pergaulan yang tidak benar. Sebab pergaulan yang sesat, akan merusak kebiasaan baik. Jangan pernah kau ambil keperawanan pasanganmu, sebab jika awalnya saja sudah tidak baik, maka akan berat jalanmu. Ingatlah para pria, cinta tidak hanya diukur dari hubungan badan saja.
Jika suatu saat kau menjadi seorang ayah lalu keperawanan putrimu diambil, bagaimanakah perasaanmu?
Jika kau berpikir bahwa bersetubuh sebelum nikah itu adalah hal yang biasa, di mana semua orang juga akan melakukan, buanglah pemikiran itu. Sebab dosa adalah dosa. Dosa bukanlah sebuah masalah. Di mata Allah, tubuhmu itu suci, jangan kau rusak tubuhmu itu.
Jika dirimu sudah terlanjur melakukan hal terlarang ini, akuilah dosamu, mohonlah ampun pada pasanganmu, dan bertanggungjawablah. Sebab akan ada akibat di setiap perbuatan buruk yang kau lakukan. Mohonlah ampun pada Allah dan dekatkan dirimu kembali kepada Nya.
Para wanita, Allah menciptakanmu sebagai penolong bagi para pria. Jangan kau biarkan iblis meracuni pikiranmu, dan kau terbuai dengan kata-kata surga dari pasanganmu sehingga kau rela melepaskan keperawananmu. Berbuatlah benar, bukannya melakukan sesuatu dengan benar. Jadilah penolong bagi pasanganmu, bukannya malah ikut terbuai dengan hawa nafsu yang datang. Sadarlah para wanita, dirimu berharga! Pria yang baik tidak akan pernah meminta keperawananmu. Dia justru yang akan menuntunmu agar menjadi orang yang harus tunduk pada Allah. Sujud dan mohonlah pada Allah, agar kau diberikan pasangan yang takut akan Allah. Agar kelak, jangan sampai ada rasa penyesalan dalam dirimu, bahwa bersama pasanganmu adalah hal yang sia-sia.

Sumber cerita inspirasi : Buku Kesempurnaan Seorang Pria dengan modifikasi cerita dan tambahan pesan inspirasi dari penulis

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah ini.