Saturday, February 17, 2018

Sering Merasa Bersalah Menjadi Working Mom? Coba Lakukan Ini



Menjadi Working Mom memang susah-susah gampang. Di satu sisi kita dituntut untuk bisa dekat dengan keluarga, namun di sisi lain kita juga harus dituntut profesional dalam bekerja. Apabila keduanya tidak seimbang, maka akan ada 1 yang dikorbankan, entah itu keluarga atau pekerjaan.

Saya sendiri sampai saat ini sudah bekerja selama 8 tahun, dan saat ini menjadi working Mom. Anak saya berusia 3,5 tahun. Setiap harinya memang seperti robot, bangun pagi, memandikan anak, bekerja, pulang bekerja, lalu main dengan anak. Begitu setiap harinya. Hidup rasanya datar. 

Namun ketika suatu kali saya pergi ke Gereja, ketika khotbah, Pastor tersebut berkata "Kebahagiaan itu bukan dicari, namun diciptakan". Artinya, kita sendirilah yang bisa menciptakan kebahagiaan itu sendiri.


kebahagiaan, working mom, membuat bahagia, keluarga, me time

Bingung caranya? Saya berikan contoh yang sudah terjadi dalam kehidupan saya ya. Suami saya adalah orang yang menyukai musik. Suatu kali dia mengajak saya untuk menonton konser Liam Gallagher (vokalis band Oasis) di Ancol. Awalnya saya menolak, karena konser tersebut baru diadakan pk 21.00. Kasihan anak saya, saatnya jam tidur namun tidak dengan orang tuanya di sisinya. Namun suami saya membuat kesepakatan dengan saya, keesokana harinya suami saya akan cuti untuk bisa bermain bersama anak untuk menebus waktu yang harusnya bermain dengan anak.

Akhirnya saya berpikir kembali, ketika kita mencintai suami kita, maka kita juga harus mendukung hobinya juga. Dan saya putuskan untuk menemani suami saya menonton konser tersebut. Konser tersebut berakhir pk 22.00. Setelah itu saya dan suami langsung pulang ke rumah, dan kemudian langsung menjemput anak saya (anak saya saya titipkan di rumah mama saya, dan untungnya anak saya saat itu masih belum tidur, padahal sudah pk 23.30). 

Keesokan harinya, suami saya menepati janjinya untuk cuti. Dia mengajak anak saya bermain Amazing Town ke Mall Gandaria City. Di sana suami dan anak saya bermain bersama, makan bersama, dan menghabiskan waktu bersama. Hal ini bisa menebus perasaan bersalah saya karena meninggalkan anak kemarin malam


waktu bermain, me time, jalan-jalan dengan anak


Kebahagiaan adalah hal yang kita ciptakan. Suami saya berusaha menciptakan kebahagiaan untuknya. Saya berusaha mendukung hal yang bisa membuat suami saya bahagia (meski saya sendiri kurang menyukai konser). Dan suami saya berusaha untuk menciptakan kebahagiaan untuk anak saya, dengan menghabiskan waktu bersama.

Jadi, tidak ada yang tidak mungkin. Bukan berarti menjadi working mom kita sulit menemukan kebahagiaan...Jangan melihat dari kekurangan yang tidak bisa kita lakukan, melainkan lihatlah dari apa yang kita punya. Apa yang bisa kita perbuat. Apa yang bisa kita berikan. Apa yang bisa kita lakukan untuk bisa membahagiakan orang-orang di sekitar kita. Karena pada dasarnya kebahagiaan bukan ditemukan, melainkan kita ciptakan.





Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah ini.