Skip to main content

Buku Membangun Menara Karakter Dalam Kehidupan Sehari-hari





Bulan lalu ketika ke Gramedia, saya menemukan buku Membangun Menara Karakter di salah satu rak.
Sepintas buku ini memang lebih cocok dibaca oleh anak-anak muda yang belum menikah. Namun ketika membaca buku ini, ternyata banyak hal yang bisa saya pelajari.

Buku yang dikarang oleh Stella Olivia ini mengisahkan tentang 15 karakter yang perlu kita lakukan agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Dasar dari semua karakter ini adalah kita harus mempunyai Mimpi dulu, kemudian kita harus Memulai dan Bergerak, Tidak boleh menyerah, Memiliki Iman yang kuat, Bersyukur, dan Percaya Diri.

Hanya sharing saja, sebelum saya membaca buku ini, terus terang, saya sendiri tidak tahu target hidup saya apa. Saya setiap harinya hanya menjalani rutinitas sehari-hari : bekerja, pulang, main dengan anak, tidur, begitu seterusnya. Tidak ada yang spesial/hal yang ingin saya raih. Saya hanya berpikir, saya working mom, saya bekerja dan tidak boleh pulang malam, karna saya sudah punya anak.

Namun ketika membaca buku ini (dan sekarang masih ongoing juga, membaca buku karangan Stella Olivia yang lain : Mimpi Punya Bisnis Sukses di Usia Muda), lama-lama saya jadi berpikir juga. Tujuan hidup saya apa ya? Saya banyak merenung, sampai akhirnya saat ini saya memutuskan untuk mulai belajar membuat blog, agar saya bisa menginspirasi working mom dari pengalaman saya sendiri. Saya belajar dari kata-kata Stella Olivia mengenai Percaya Diri. Percaya Diri itu adalah ketika kita bisa menepati janji pada diri sendiri. Saya memikirkan kata-kata tersebut dalam hati, hingga akhirnya saya putuskan, saya memiliki target, harus menulis blog minimal 1x dalam 1 minggu. Puji Tuhan sampai dengan saat ini, saya berhasil melakukan hal ini (tentunya saya menulis blog di malam hari ketika anak saya sudah tidur).

Saya belajar pentingnya kita harus Memulai dan Bergerak. Hal ini benar adanya. Sekitar 3 tahun lalu, saya pernah membaca buku Merry Riana yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar. "Memikirkannya lebih sulit daripada menjalankannya", salah satu kutipan yang ditulis oleh Merry Riana. Ketika membaca kata-kata ini, saya juga merenung lama. Hingga akhirnya saya coba memberanikan diri untuk berjualan mpek-mpek di kantor saya. Malu awalnya, karena terus terang saya paling anti dengan hal yang berhubungan dengan berjualan. Namun saya berusaha untuk keluar dari comfort zone saya, dan ternyata hasilnya positif. Ternyata banyak teman-teman saya yang menyukai empek-empek yang saya jual. Lumayan, uangnya bisa saya tabung untuk biaya anak sekolah nantinya. "Do your best and let God do the rest".

Hal lainnya yang tak kalah penting yang dibahas Stella Olivia dalam bukunya adalah mengenai Iman dan Bersyukur. Iman adalah keyakinan akan mimpi kita, bahwa kita yakin akan bisa terwujud dan bersyukur itu ibarat charge buat diri kita. Semakin kita bersyukur, akan membuat kita menjadi semakin semangat.

So Moms, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Moms akan banyak dapat pencerahan ketika membaca buku ini, karena bahasanya mudah dimengerti dan pengalaman dari Stella Olivia yang menginspirasi.

Comments

Popular posts from this blog

Kesaksian Bertumbuh Dalam Komunitas Pemurnian Hati

Putar lagu ini sebelum membaca 15 Mei 2024 Jam 5 pagi saya bermimpi ada tulisan di depan saya, intinya saya tidak boleh bersaksi akan Yesus..badan saya sampai gemetar...untungnya suami saya membangunkan saya, karna dia tau saya harus masak dan siapkan bekal untuk anak sekolah.. Seumur2 saya tidak pernah bermimpi seperti itu, dan jarang sekali saya mimpi. Hingga kemudian saya bertanya ke Bu Fila. Saya : Mimpi saya itu cuma mimpi aja yg ga akan terjadi, atau mimpi itu akan jd kenyataan bu klo kita bersaksi? Bu Fila : Itu hanya intimidasi alam roh krn si jahat akan berusaha menggagalkan pekerjaanNya, sblm u berhasil melakukan. Tapi ketika u berhasil memenangkan peperangan ini mrk akan mundur. Artinya kesaksian u akan sgt berdampak bagi jiwa. U ada kesaksian apa ren Saya : Kesaksian tulisan yg akan saya bikin jd naskah dialog drama/film, di mana dalam naskah itu nantinya Ci Lina akan ada bawakan suara byk emosi yg main : emosi sedih, menangis, gembira dan kemenangan. Mggu lalu 3 hari saya

Lepaskanlah Ini Agar Hidupmu Menjadi Damai!

(Play lagu di atas sebelum mulai membaca) Illustrasi suami yang memukul isterinya Tahun 1971, surat kabar *New York Post* menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Suatu malam, sang suami memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar di New York.  Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu bergegas naik bus menuju ke utara, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa temannya, dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks, judi, mabuk-mabukan, dia menikmati semuanya. Bulan berlalu, tahun berlalu. Bisnisnya gagal dan dia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Naas, suatu h

Berhati-Hatilah! Orang Ini Salah Meminta, Hingga Hidupnya Menjadi Seperti Ini

Illustrasi suasana pesta Pada suatu hari, hiduplah seorang Raja yang senang sekali mengadakan sebuah pesta. Pesta yang diadakan Raja begitu sangat meriah. Tamu undangan pun berdatangan dari berbagai penjuru. Namun, lebih istimewa lagi karena Raja mengundang para Dewa dalam pesta tersebut. Semua makanan dan minuman dihidangkan. Mereka semua bersuka ria. Akhirnya, pesta pun selesai. Semua tamu pulang dengan membawa banyak hadiah yang diberikan oleh Raja. Namun, salah satu dewa yang datang di pesta tersebut menghampiri sang Raja. “Midas, katakanlah apa yang dapat kulakukan untuk mengungkapkan rasa terima kasihku padamu karena telah mengundangku dalam pesta ini? Aku seorang dewa, oleh karena itu aku dapat mewujudkan apa saja yang menjadi keinginanmu!”, katanya. Raja berpikir sangat keras. Namun, karena dia sangat menyukai emas dan ingin lebih kaya, Raja pun meminta, “Kumohon padamu agar apapun yang kusentuh berubah menjadi emas.” “Baiklah akan kupenuhi permintaanmu,” kata d